Mendesain keuangan chat-first: bagaimana Tucope terasa seperti teman, bukan aplikasi

Jeriel Isaiah Layantara
CEO & Founder of Round Bytes

Saat kami mendesain ulang Tucope di sekitar chat, kami tidak sedang mengubah UI. Kami mengubah asumsi di baliknya.
Sebagian besar aplikasi keuangan pribadi mengasumsikan pengguna mau kerja, buka aplikasi harian, tag transaksi, file pengeluaran, balance kategori. Dashboard adalah deliverable. Chart adalah reward.
Kenyataannya sebagian besar orang yang butuh aplikasi keuangan justru tidak mau kerja begitu. Mereka punya pendapatan tidak menentu, atau menghindari topiknya secara emosional, atau cuma hidupnya sibuk dan satu aplikasi lagi yang harus diurus tidak akan menang. Jadi dashboard-nya tidak pernah dibuka.
Kami buang dashboard-nya. Kami mulai dari pertanyaan: cara paling ringan apa untuk seseorang memberi data ke aplikasi? Jawabannya: ketik satu kalimat seperti kamu chat teman. "Kopi, 35 ribu." "Sewa, 8 juta." Tucope parsing, mengkategori, belajar. Aplikasi terasa kurang seperti mengelola uang, lebih seperti menceritakannya.
Dua prinsip desain yang lahir dari ini:
1. Home screen adalah percakapan, bukan chart.
Chart itu laporan. Percakapan itu hidup. Saat kamu buka Tucope, kamu lihat beberapa hal terakhir yang kamu catat dan apa yang Tucope diam-diam perhatikan, bukan breakdown yang padat.
2. Proaktif di atas retrospektif.
Budget yang memperingatkanmu "kamu sudah 80% di dining out bulan ini" di tanggal 18 mengubah perilakumu. Angka yang sama di laporan bulan depan tidak mengubah apa-apa. Tucope dibangun di sekitar momen, bukan ringkasan.
Hasilnya adalah aplikasi yang orang buka. Itu satu-satunya metric di kategori ini yang penting.

