Masalah penghindaran: kenapa kebanyakan orang tidak membuka aplikasi keuangannya

Jeriel Isaiah Layantara
CEO & Founder of Round Bytes

Sebagian besar aplikasi keuangan pribadi tidak gagal di fitur. Mereka gagal di apatisme.
Kategori ini sudah menghabiskan sepuluh tahun menambahkan chart, kategori, gamifikasi, alur onboarding yang cantik, dan median user-nya masih buka aplikasi dua kali lalu hilang. Produk menang di saat seorang teman merekomendasikannya; kalah di hari ketiga saat "catat pengeluaran ini" jadi satu hal lagi di daftar tugas.
Tucope lahir dari pengamatan sederhana: model interaksi yang orang tidak hindari adalah chat. Kita chat teman. Kita chat kerja. Kita tidak merasa mengetik satu kalimat sebagai chore. Lalu kenapa keuangan pribadi berubah jadi form dan dashboard?
Jadi kami membangun ulang kategorinya. Kamu mencatat pengeluaran dengan mengetik apa yang baru kamu beli. Tucope mengkategori, belajar pola kamu, melacak net worth dan tagihan berulang, dan memperingatkanmu secara proaktif sebelum kamu overspending, bukan di laporan bulan depan. Tanya "masih sanggup beli iPhone baru bulan ini?" dan Tucope menjawab pakai cash flow asli kamu, bukan pie chart yang samar.
Ukuran kesuksesan jujurnya bukan download. Tapi apakah user buka aplikasi di hari ke-30. Interaksi chat-native, plus AI yang mengingat pola kamu, adalah yang paling kami lihat menggerakkan jarum di kategori ini.
Dibuat untuk pendapatan tidak menentu, hidup freelance, founder, dan siapa saja yang diam-diam menghindari membuka aplikasi banking. Gratis di iOS dan Android, tucope.com.

